Leadership Training Unik Ala PII

Senin, 24 Desember 2018 Pelajar Islam Indonesia Jawa Timur membuka kegiatan Leadership Basic Training yang digelar di MI Al Islamiyah, Rejomulyo, Kota Madiun hingga 30 Desember mendatang. PII mempertemukan 76 remaja SMP dan SMA dari 15 daerah berbeda.Ritual rutin PII setiap semester memang menyelenggarakan training kepemimpinan berdurasi seminggu. Walaupun begitu, tidak lantas seluruh pendaftar dapat langsung diterima oleh tim. Serangkaian proses screening harus dilewati oleh calon peserta. Adapun screeningnya meliputi kefasihan baca tulis Al Qur’an dan catatan amal ibadah harian, pembuatan buletin berdasarkan pengamatan calon peserta mengenai fenomena pelajar, serta daftar riwayat hidup.

Orang luar melihat anak SMP hanya sebagai anak kecil yang masih baru saja beranjak dewasa semata. Di dalam training kepemimpinan PII, anak SMP maupun SMA sama-sama dilatih untuk mampu berargumen mengenai aqidah, sejarah, fenomena kepelajaran masa kini hingga mampu menyampaikan kritik, saran, pendapat sesuai etika.

Kegiatan ini diselenggarakan dari, oleh dan untuk pelajar. Rasanya masih sangat jarang forum yang mampu mempertemukan pelajar umum dengan santri pondok pesantren dimana kemudian keduanya akan bertukar pikiran dalam waktu cukup panjang. Meskipun tampaknya berkelas, namun Leadership Basic Training ternyata tidak mensyaratkan pendaftar memiliki catatan prestasi segudang sebagai jaminan dapat mengikuti pembahasan di kelas.

Screening yang dilakukan di awal hanyalah sebagai asesmen kebutuhan supaya instruktur dapat memberikan treatment tepat. Ketika cara penyampaian materinya tepat, anak bandel atau anak pendiam sama-sama dapat mengembangkan bakat minatnya secara maksimal. Itulah penekanan training kepemimpinan PII dibandingkan training kepemimpinan pelajar lain.

Setiap detail kemajuan atau kemunduran peserta terus diamati dari awal hingga hari terakhir. Sehingga rekomendasi dan saran pengembangan sesudah training selesai benar-benar efektif bagi kehidupan peserta itu sendiri.

“Aktualisasi Peran Pelajar Masa Kini Dalam Membangun Masyarakat Berkeadaban” menjadi semangat yang diusung pada training kali ini. Semangat tersebut kemudian dirupakan dalam bentuk tema, sehingga selalu diingat oleh setiap orang yang terlibat.

“Indeks kecerdasan Indonesia 61 dari 68 negara di Asia, padahal indeks IQ kita masuk 20 tertinggi di dunia. Bahkan jika berbicara tentang kualitas kecerdasan manusianya, kita kalah dari Vietnam yang nomor 4 di Asia. Padahal anggaran pendidikan kita dan Vietnam sama 20%-nya. Jadi apakah para pelajar kita sudah benar-benar siap memasuki persaingan revolusi industri? Masih dibutuhkan banyak upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia, salah satunya lewat Leadership Basic Training ini.” Terang Ahmad Hartono, Ketua Umum PII Jawa Timur yang kemudian ditutup  dengan gelegar takbir memenuhi Masjid, tempat pembukaan dilangsungkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *